Welcome To

IPOED

Ortotik Prostetik

Selamat datang di IPOED Ortotik Prostetik, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan penyediaan kaki palsu berkualitas untuk membantu setiap individu kembali beraktivitas dengan nyaman dan percaya diri.

Artikel Terbaru

Penyandang Cacat Masih Tidak Dihargai

Penyandang Cacat Masih Tidak Dihargai

Prof. Dr. Irwanto dari UI menyoroti bagaimana gaya hidup tidak sehat bisa menyebabkan disabilitas. Ia juga mengungkapkan diskriminasi dan kurangnya aksesibilitas untuk penyandang disabilitas di tempat-tempat umum. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Samsudi,...

Faktor Tingginya Angka Disabilitas di Indonesia

Faktor Tingginya Angka Disabilitas di Indonesia

Menurut Dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR-K, tingginya angka disabilitas di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama: Gangguan atau kerusakan organ fisik sejak lahir yang mengakibatkan cacat dan menghambat mobilitas serta komunikasi. Rendahnya pemahaman...

Kenny Easterday: Menghadapi Tantangan dengan Setengah Tubuh

Kenny Easterday: Menghadapi Tantangan dengan Setengah Tubuh

Kenny Easterday, 35 tahun, lahir dengan sacral agenesis yang menyebabkan amputasi kaki di usia enam bulan. Alih-alih menggunakan kaki palsu, ia memilih bergerak dengan tangan atau skateboard. Meski dokter meramalkan ia hanya akan hidup hingga 21 tahun, Kenny telah...

Chen Zhou: Pejuang Tanpa Kaki yang Menginspirasi

Chen Zhou: Pejuang Tanpa Kaki yang Menginspirasi

Chen Zhou, 41 tahun, kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan kereta saat berusia 13 tahun. Dijuluki "pejuang tanpa kaki," ia menggunakan dua kotak kayu sebagai kaki pengganti dan memberikan ceramah inspiratif untuk meningkatkan kesadaran tentang disabilitas....

Kisah Nickole Cheron: Kemandirian di Tengah Badai

Kisah Nickole Cheron: Kemandirian di Tengah Badai

Pada 2008, badai salju besar melanda Portland, membuat Nickole Cheron, yang mengidap spinal muscular atrophy, terjebak di rumah selama delapan hari. Berkat pelatihan kesiapsiagaan darurat "Ready Now!" dari Kantor Disabilitas dan Kesehatan Oregon, Nickole belajar...

Djumono: Aktif di Karang Taruna dan Usaha Dagang

Djumono: Aktif di Karang Taruna dan Usaha Dagang

Djumono Aktif kembali di Karang Taruna setelah amputasi dan membantu mengorganisir festival band SMA se-Bandung pada 1992. Ia juga berdagang untuk mendukung keluarganya. Momen ini menjadi titik balik baginya untuk bangkit dan termotivasi kembali. Ia juga mulai mencari...

Djumono Kehilangan Kaki, Bangkit dari Kesedihan

Djumono Kehilangan Kaki, Bangkit dari Kesedihan

Pada tahun 1992, Djumono (46) harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kaki kirinya akibat penyempitan pembuluh darah, yang disusul dengan amputasi kaki kanannya pada 1999. Awalnya, Djumono larut dalam kesedihan selama tiga bulan, merasa sulit menerima kenyataan...

Penyandang Cacat Masih Tidak Dihargai

Penyandang Cacat Masih Tidak Dihargai

Prof. Dr. Irwanto dari UI menyoroti bagaimana gaya hidup tidak sehat bisa menyebabkan disabilitas. Ia juga mengungkapkan diskriminasi dan kurangnya aksesibilitas untuk penyandang disabilitas di tempat-tempat umum. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Samsudi,...

Faktor Tingginya Angka Disabilitas di Indonesia

Faktor Tingginya Angka Disabilitas di Indonesia

Menurut Dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR-K, tingginya angka disabilitas di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama: Gangguan atau kerusakan organ fisik sejak lahir yang mengakibatkan cacat dan menghambat mobilitas serta komunikasi. Rendahnya pemahaman...

Kenny Easterday: Menghadapi Tantangan dengan Setengah Tubuh

Kenny Easterday: Menghadapi Tantangan dengan Setengah Tubuh

Kenny Easterday, 35 tahun, lahir dengan sacral agenesis yang menyebabkan amputasi kaki di usia enam bulan. Alih-alih menggunakan kaki palsu, ia memilih bergerak dengan tangan atau skateboard. Meski dokter meramalkan ia hanya akan hidup hingga 21 tahun, Kenny telah...

Chen Zhou: Pejuang Tanpa Kaki yang Menginspirasi

Chen Zhou: Pejuang Tanpa Kaki yang Menginspirasi

Chen Zhou, 41 tahun, kehilangan kedua kakinya dalam kecelakaan kereta saat berusia 13 tahun. Dijuluki "pejuang tanpa kaki," ia menggunakan dua kotak kayu sebagai kaki pengganti dan memberikan ceramah inspiratif untuk meningkatkan kesadaran tentang disabilitas....

Kisah Nickole Cheron: Kemandirian di Tengah Badai

Kisah Nickole Cheron: Kemandirian di Tengah Badai

Pada 2008, badai salju besar melanda Portland, membuat Nickole Cheron, yang mengidap spinal muscular atrophy, terjebak di rumah selama delapan hari. Berkat pelatihan kesiapsiagaan darurat "Ready Now!" dari Kantor Disabilitas dan Kesehatan Oregon, Nickole belajar...

Djumono: Aktif di Karang Taruna dan Usaha Dagang

Djumono: Aktif di Karang Taruna dan Usaha Dagang

Djumono Aktif kembali di Karang Taruna setelah amputasi dan membantu mengorganisir festival band SMA se-Bandung pada 1992. Ia juga berdagang untuk mendukung keluarganya. Momen ini menjadi titik balik baginya untuk bangkit dan termotivasi kembali. Ia juga mulai mencari...

Djumono Kehilangan Kaki, Bangkit dari Kesedihan

Djumono Kehilangan Kaki, Bangkit dari Kesedihan

Pada tahun 1992, Djumono (46) harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kaki kirinya akibat penyempitan pembuluh darah, yang disusul dengan amputasi kaki kanannya pada 1999. Awalnya, Djumono larut dalam kesedihan selama tiga bulan, merasa sulit menerima kenyataan...

Ready To Take The First Step?

Hubungi kami hari ini dan mari kita mulai perjalanan Anda menuju kehidupan yang lebih baik.